Paradigma Orang Dalam Bekerja


Share @Paytrennew
PARADIGMA ORANG DALAM BEKERJA
1. Paradigma Umum: Bekerja Cari Uang, setelah mendapatkan uang baru bisa beli impian. Kelemahannya jika tidak lagi Bekerja, otomatis tidak mendapatkan uang.
2. Paradigma Sukses: Bekerja untuk Bangun Bisnis, Bangun Aset, yang kemudian menghasilkan Uang (Passive Income).
Jadi jangan heran kalau orang kaya makin kaya. Mereka punya strategi. Bukan hanya bekerja.
Solusinya:
Lebih baik luangkan waktu 4 tahun Anda untuk membangun Bisnis dan membangun Aset dari pada menghabiskan waktu 40 tahun Anda BEKERJA di perusahaan.
Lakukan bisnis anda sekarang juga.
Untuk Motivasi dan inspirasi bisnis Silahkan Join Chanel saya di https://t.me/paytrennew
Salam Paytren.. Sukses bisnisnya berkah hidupnya..

Lowongan pengusaha 2018



LOWONGAN PENGUSAHA 2018
KHUSUS PENGGUNA ANDROID & IPHONE
INCOME 1 - 10JT PERMINGGU
Syaratnya :

1. Pria/ wanita yang sudah memiliki KTP/KK/SIM/Paspor
2. Belum bekerja maupun sudah bekerja
3. Mau dibimbingBagaimana kerjanya ??
--> kerjanya sangat mudah dan menyenangkan, cuman ketak-ketik HP untuk memaksimalkan fungsi sosmed
Gaji ?? -> Gaji dibayar setiap jum'at-> Casback + sedekah setiap tgl 15 (Berlaku seumur hidup dan dapat di wariskan)
Sudah Ribuan orang yang penghasilannya diatas 10juta perbulan dan menjadi PENGUSAHA baru. Rata-rata mereka dari orang biasa (Anak SD, anak SMP, Tukang Siomay, Tukang Bangunan, Buruh Pabrik, Ibu Rumah Tangga, Security, dll)
Siapa lagi yang mau jadi PENGUSAHA???

Segera daftar ke Agency : Coach Echo Master paytren
Whatsapp : 0857 3667 3456
Pin bbm : D9733DA7
Call : 082331460313
Gratis konsultasi 24jam
Lebih cepat klik link http://bit.ly/whatsappqu

Kami sudah siapkan untuk Anda:
1. Ebook Manual PayTren
2. Full Bimbingan dari NOL
3. Gratis 50 ebook Bisnis 

Mohon dengarkan sampe selesai pemahaman bisnisnya dari Direktur PayTren Ustadz Yusuf Mansur
http://bit.ly/video90detik

Share top sponsor paytren bulan nopember 2016 (40 mitra baru)


Share pengalaman top sponsor paytren bulan nopember 2016 team wego1m
Alhamdulillah, 3 Desember 2015 saya memutuskan untuk tergabung dan menjalankan bisnis PayTren Ustadz Yusuf Mansur..
Motif awal saya adalah mempunyai usaha sampingan untuk support biaya hidup saat kuliah meskipun sebenarnya saya menerima beasiswa.
Saya sudah berkomitmen dari awal, semuda mungkin tidak merepotkan orang tua bahkan kalau bisa membantu mereka.
Saat itu saya semester 7 dan seharusnya sudah harus fokus di tugas akhir, PPL, skripsi dan lainnya menjelang kelulusan.
Namun, saya mulai berfikir, saya mulai merencanakan apa yang harus saya lakukan setelah kuliah, karena di lingkungan sekitar saya banyak sekali kakak tingkat yang bingung kesana-kemari apply pekerjaan.
Seolah-olah dunia kerja itu sulit. Ini juga sebenarnya yang menjadi pertimbangan saya waktu itu. Bagaimana sebelum lulus kuliah saya sudah punya usaha.
Jurusan dan lingkungan saya jauh dari kata “usaha, bisnis”, saya bergelut di bidang matematika dari kelas 8 dan beberapa kali ikut serta dalam lomba tersebut.
Namun akhirnya harus saya akui bahwa kurangnya “motivasi internal” untuk melanjutkan bidang ini.
Saya merasa, dari pengalaman selama ini, saya mengajar di LBB, private course, pelatihan olimpiade dan lainnya hanya sebatas menyampaikan apa yang saya pahami dan bagaimana membuat siswa memahami konsep, mengerjakan latihan soal. Memang, nalar, dan lainnya dipelajari disini.
Tapi ya tetap saja, saya merasa pembelajaran hanya berhenti di kelas, saya kurang bisa eksplor lagi diluar itu.

Seolah hanya karena tuntutan kurikulum.
Saya menemukan hal yang berbeda sejak tergabung di komunitas PayTren, saya belajar banyak hal.
Belajar sosial, belajar dari mereka yang notabanenya sudah hidup lebih lama dari usia saya.
Setiap harinya saya belajar ilmu baru yang tidak saya dapatkan di bangku sekolah dan kuliah.
Tapi bukan itu sebenarnya yang coba saya sharingkan disini, lebih kepada bagaimana proses menjalankan PayTren sampai pada titik ini.

Pertama, saya tidak ada background sama sekali di bidang selling, marketing.
Apa yang saya lakukan di awal?
Saya menshare ke semua kontak yang saya punya, berbagai media sosial.
Mengajak mereka semua untuk bergabung dengan bisnis saya, dulu saya merasa agak ragu karena cibiran dan ketidakyakinan orang-orang di sekitar saya. Mereka meragukan saya dan bisnis ini, takut kenak tipu dll.

Ya mungkin karena saya individualias, kurang sosial.
Di minggu awal, saya undang Leader saya Pak Sarni ke Malang untuk melakukan sosialiasi.
Undangan sosialisainya via wa, bbm, dan sosial media, termasuk saya undang teman kuliah saya tapi tidak ada yang bisa.

Saya merasa, tidak ada yang mendukung saya, yang tersisa hanya saya. Dari beberapa calon mitra yang ingin hadir, tebak saja berapa orang yang datang?
Tidak ada sama sekali, tahu bagaimana rasanya?
Nyesek, nyesek banget, sampai-sampai saya nangis tak terbendung.
Ada kenalan  kebetulan lewat di tempat acara, langsung saja saya minta dia duduk untuk mengikuti sosialisasinya.

Mitra Pak Sarni yang di Malang juga bisa hadir itupun di akhir acara.
Pak Sarni menguatkan saya dengan bilang tidak ada masalah, ini hal biasa.
Tapi ya tetap saja, saya merasa begitu sulitnya menjalankan bisnis ini..
Teman saya bilang, “ kamu ikhlas kan dengan biaya itu?”
mungkin karena dia tidak yakin saya bisa menjalankan ini..
Ini juga menjadi motivasi saya setelah itu.

Saya tantang diri saya pribadi, apakah memang benar saya tidak bisa?
Apa dengan mudahnya saya iyakan saja pendapat orang lain dan menyerah begitu saja?”
Kurang dari satu bulan, saya undang kembali Pak Sarni ke Pamekasan,
saya persiapkan sendiri acaranya, mulai dari mencari konsumsi seadanya,
melobby tempat supaya gratis, kebetulan saja kenal baik.
Dan alhamdulillah yang datang 8 orang, itu pun teman-teman saya sendiri.
Di akhir acara tidak ada yang bergabung. Semuanya menunjukkan keberatannya.
Ya saya pahami itu. Dan lagi saya harus berbesar hati.

Alhamdulillah sehari sebelum acara sosialisasi 29 Desember tersebut, teman saya yag mungkin terpaksa mengikuti sosialisasi di Malang waktu itu bergabung.
Dia kasian mungkin karena sulitnya saya menjalankan ini, sekalipun sulit tetap menunjukkan semangat.. sebagai bentuk supportnya.
Ini yang juga akhirnya menjadi motivasi saya, bahwa bisnis yang saya geluti ini, aplikasi yang saya jual ini dibeli akan orang-orang bukan karena kasian, tapi karena memang produk ini dibutuhkan oleh siapapun.

Banyak sekali manfaat yang diberikan aplikasi PayTen ini. Hanya saja saya belum menemukan bagaimana cara elegant memasarkannya.
Tahu bagaimana rasanya? Mungkin sebagian teman-teman mengalami hal yang sama.
Ya saya sedih, bahkan nyesek.

Saya mulai mempertanyakan apakah benar saya tidak bisa menjalankan ini?
Tapi satu hal, saya yakin dengan owner PayTren, Ustadz Yusuf Mansur. Sembari berusaha, saya senantiasa mendengarkan audio beliau, ilmu yakinnya beliau.
Bagaimana bisa mendapatkan ketenangan di saat terjadi masalah, bahkan masalah yang jika dipikirkan secara logika, tidak akan menemukan jalan keluar.
Dan alhamdulillah karena yakin tadi, saya terus melakukan berbagai upaya yang mungkin saya lakukan, di saat teman-teman saya fokus dengan skripsinya, menceritakan perkembangan skripsinya satu sama lain.

Saya malah memikirkan bagaimana orang lain bisa join bisnis saya. Andaikan saat itu ditanyakan kepada siapapun, prediksi kebanyakan mungkin saya tidak akan selesai tepat waktu.
Andaikan bisa memilih, saya tidak ingin berada di masa itu, masa-masa yang membuat saya dilema.
Di satu sisi saya harus menyelesaikan skripsi tepat waktu, tapi di lain sisi bisnis saya harus jalan.
Tapi alhamdulillah dengan kuasa-NYA, dan saya ikuti saran dari Ustadz Yusuf Mansur, katanya kita bisa sogok Allah dengan sedekah salah satunya, bahasa beliau demikian.
Sekalipun saya tidak punya uang, saya berusaha untuk bersedekah dan menjalankan amalan sunnah lainnya.

Alhamdulillah justru PayTren menjadi penyemangat untuk menyelesaikan skripsi.
Tekad saya waktu itu “Bagaimanapun caranya saya harus menyelesaikan skripsi secepat mungkin supaya bisa segera fokus di PayTren”.
Singkat cerita, beberapa waktu kemudian Pak Sarni mengarahkan saya untuk menjalankan PayTren dengan cara online.

Saya bertanya kepada senior yang berhasil di online. Mereka menyarankan dengan “chatting”.
Memanfaatkan akun instagram dan facebook asli Ustadz Yusuf Mansur  untuk melakukan prospek. Selama 4-5 bulan saya menjalankan cara itu, saya chat satu persatu yang berkomentar ketika Ustadz Yusuf Mansur upload tentang PayTren.
Setiap hari itu yang saya lakukan. Jika ditanya, apakah mudah?
Jawabannya, membutuhkan kebesaran hati dan kesabaran ekstra karena tidak semua yang yang saya chat memberikan respon baik.

Dari sekian ribu yang saya chat hanya berapa persen yang bergabung.
Saya jelaskan dari awal dengan bahasa yang coba saya rangkai.
Lumayan saat itu bisa closing 4-5 setiap bulannya.
Meskipun sulit, banyak sekali yang saya pelajari dengan cara itu, saya belajar bagaimana akhirnya memformulasikan jawaban dari setiap pertanyaan, bagaimana psikologis online, membuat orang nyaman chatting dengan kita dan banyak hal lainnya.
Akhirnya dibalik setiap kesulitan itu, diberikan Allah kesempatan untuk belajar online berbayar, membuat iklan.
Cara-cara yang lebih mudah yang akhirnya bisa closing pribadi rata-rata 30an bahkan mencapai 40an per bulannya.

Dan Insha Allah ke depan akan belajar banyak lagi. PR urgentnya saat ini adalah bagaimana cara ini bisa di duplikasi oleh sebanyak mungkin mitra, meskipun dengan cara yang tidak sama persis, karena setiap orang punya cara masing-masing dalam menjalani prosesnya.
Bismillah semoga kita senantiasa bertumbuh setiap harinya, menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan PayTren bisa kita perjuangkan..
Salam sukses berjama’ah.
Sabtu, 3 Desember 2016
Nurul Hidayati

Suport system :
indosat : 0857 3667 3456
telkomsel : 082 331 460 313

Kesaksian kisah sukses berwirausaha

Stop!!! Jangan pernah Baca ini jika Anda tidak ingin sukses kecuali tuntaskan bacanya. Ini bermula dari keinginan saya yang ingin sekali berbisnis. Tetapi apa daya dulu nasib saya hanya jadi seorang pegawai swasta penghasilan pas-pasan.

Bukan maksud saya bilang jadi Pegawai tidak baik. Tetapi saya selalu mengingat kalimat ini "9 Dari 10 Pintu Rezeki adalah Berniaga". Jadi saya ingin sekali untuk berbisnis. Sayangnya keinginan itu sangat susah, kenapa? Tentunya kendala di Modal terbatas dan pastinya tidak jauh dari Resiko. Ada yang pernah merasa seperti saya? Berarti kita dulunya senasib sama.

Mau bisnis tapi gak ada modal. Apalagi pengalaman saya yang pernah Bangkrut bisnis ketika masih kuliah dulu. Lumayan keluar puluhan juta modalnya. Jadinya agak trauma juga. Terus sesudah itu pernah ikut juga bisnis Network jadi bener2 sempet trauma juga karena gak cocok dengan produknya. Ketika bingung, saya diinfokan teman ada peluang bisnis dari Ustadz Yusuf Mansur. Dia lihat sedikit penjelasan dulu dari WisataHati ANTV.

Saya makin penasaran, UYM bisnis apaan. Dulu memang kurang mengidolakan UYM. Ketika tau dari produknya yang sangat menarik dan bermanfaat akhirnya saya memutuskan join di bisnis ini. Pada waktu itu setelah saya Join beberapa hari kemudian ada Seminarnya UYM tentang bisnis ini. Langsung saya ikuti dan ingin ketemu beliau secara langsung..

Subhanallah...Alhamdulillah...
Setelah ikuti seminarnya itu saya bener2 nangis karena benar2 menusuk menyentuh hati saya. Beliau bukan bahas tentang bisnis ini saja tapi visi dari bisnis ini yang benar2 mulia untuk mensejahtrakan masyarakat Indonesia. Selain dari itu yang terpenting selalu libatkan Allah dalam bisnis ini. Dan besoknya, saya mulai membiasakan Tahajjud dan lakukan Riyadoh40 hari..

Terus beberapa hari, saya ambil tabungan saya lebih besar lagi untuk modal dibisnis ini supaya tidak tanggung2 dijalankan sepenuh hati. Dan saya putuskan keluar kerja walaupun belum kelihatan hasil yang jelas dalam bisnis bersama UYM ini. Setelah itu, sambil menjalankan Riyadhoh 40 hari.

Saya jadi sering lihat Tausiyah2 UYM, mendadak suka dan mengidolakan beliau.hehehe..Bener2 ilmu yakin ke Allah yang saya sukai dari beliau apalagi dalam sedekah. Ok, besoknya saya Sedekah yah yang besarnya lumayan bagi saya dulu. Karena belum pernah melakukan sedekah yg besar, dan tawakal pasrahkan diri kepada Allah..

Dalam perjalan tentunya tidaklah mulus sesuai keinginan saya. Banyak ujian yang saya hadapi. Tapi saya tetap yakin akan bisnis ini, kepada UYM, dan tawakal kepada Allah.. Dan sedekah rutin ke anak2 Yatim pun bener2 di geber sampai semua penghasilan saya yg belum terlalu besar serta tabungan saya yang makin menipis, ikhlas bener2 karena Allah.. Saya sangat merasa senang di bisnis ini memang membuat hidup saya makin berkah, banyak belajar makna kehidupan, banyak berbagi, dan lainnya. Kalau hasil secara materi sudah menjadi kehendak Allah. Terpenting saya merasakan Ruh dalam bisnis ini dan Nilai2 yang Luar biasanya.

Subhanallah, Allah memang tak pernah tidur. Kalau bisnisnya berkah, produknya sangat bermanfaat untuk semua orang, dan libatkan Allah dalam bisnis ini. Hasilnya pun sangat mewah dan bener2 manis. Jujur saya tak pernah menyangka sampai saat ini punya penghasilan puluhan juta per bulan dan saya yakin dibisnis ini akan makin terus bertambah. Dan gak nyangkanya lagi alhamdulillah saya bisa pergi ke tanah suci.

Bisnis ini bener2 cocok dijalankan dengan Online karena produk Digital yang manfaat untuk orang banyak. Walau diam di rumah, isi waktu disela rutinitas, dll bener2 bisa dijalankan hasilnya tidakdiragukan lagi. Subhanallah.. Tentunya hasil dari bisnis ini, 100% disedekah oleh Ustadz Yusuf Mansur.

Bener2 luar biasa kagum kepada beliau.. Begitu pun tujuan saya berbisnis untuk mensejahtrakan dan berbagi dengan orang lain, manfaat untuk umat. Semoga story ini bener2 bermanfaat dan menginspirasi untuk teman2 semua apalagi yang mau bisnis. Benar2 ada pesan positif yang tersampaikan dari ini.

Apalagi diantara pembaca ada yang penasaran dan mau berbisnis yang penuh berkah bersama Ustadz Yusuf Mansur serta manfaat untuk orang banyak. Bagi yang ragu sebaiknya jangan karena bisnis ini jauh diluar dugaan kita, bener2 merubah kita baik secara spiritual ataupun materi. InsyaAllah

http://tren-i.blogspot.co.id/

Testimoni echo ngawi

Assalamu 'alaikum wr.wb

Ini kisah nyata saya tanpa rekasayasa, awal 2010 sebelum masuk paytren saya aktif di bisnis jaringan pulsa di ponorogo, perkembangan waktu itu lumayan pesat karena hanya menggunakan 1hp bisa transaksi all operator (dulu counter2 harus punya 1hp unyuk 1operator)

namun setelah jaringan saya cukup banyak dan tersebar diseluruh nusantara tiba2 perusahaan tutup tanpa peringatan ( padahal sedang jaya jayanya), lalu saya aktif lagi di bisnis jaringan herbal dan pupuk organik.. Lagi2 setelah jaringan saya besar perusahaanya tutup,

awalnya saya bingung.. Kenapa setelah besar malah tutup? Ternyata itulah pengalaman berharga dalam dunia bisnis saya.. Sehebat apapun system bisnisnya, sebagus apapun marketing plannya.. Kalo pemimpinnya kurang amanah.. Memberlah yang jadi korban..

dari pengalaman itu Saya belajar pentingnya legalitas sebuah perusahaan.. siapa pendiri perusahaanya..

Lama saya off dari dunia network.. ( masih trauma dengan mlm) Akhir desember teman lama saya mengajak gabung paytren
Saya pelajari marketingnya, bener ga ownernya ustad yusuf mansur.. Tidak sampe 2hari saya gabung paytren karena saya berfikir inilah peluang.

Awal ikut paytren.. Paytren belum sebagus sekarang, isi deposit lama, isi pulsa kadang bisa kadang gagal, tapi saya yakin.. Saya percaya saja sama ustadz yusuf mansur.. Pasti management sedang berbenah.. Dan ternyata yang saya khawatirkan terjadi.. 3bulan setelah jaringan lumayan banyak di paytren.. Perusahaan off.. Hampir 8bulan.. dan ga bisa ngapa ngapain, hanya tefima komplin, tanpa solusi

Baru awal 2015 atas ijin Allah leader saya bu allin dan bu airani zuraida ngajak saya spt di jogja.. Awalnya saya malas.. Lama2 ga ada salahnya dicoba lagi..

Ternyata memang banyak perubahan yang terjadi, paytren makin keren.. ada fitur doku, asuransi, ijin siupl, APLI dll

Alhamdulillah Dari paytren Sekarang penghasilan saya rata2 baru 300.000/minggu.. Lumayan untuk kebutuhan sehari hari.. Sangat membantu disaat ekonomi terpuruk, karena kerja jadi guru yang saya tekuni 6 tahun.. diberhentikan begitu aja tanpa peringatan, 2tahun kemudian ditempat kerja yang baru saya diberhentikan  lagi dari tempat ngajar karena ada keluarganya yayasan yang mau masuk gantiin saya..

Tanpa kerja ngantor alhamdulillah saya masih bisa makan bersama keluarga.. buat kawan kawan Paytren layak diperjuangkan.. Jangan cuma sampingan..

Eko agus suyanto,S.Pd.I asal ngawi
Www.duta-paytren.com

Sri kusumaningrum, mahasiswi mandiri lewat paytren

Sri Kusumaningrum, Menjadi Mahasiwi Mandiri Lewat paytren

Bagi Sri Kusumaningrum, menjadi mahasiwi mandiri bisa lewat apa saja, salah satunya menekuni bisnis PAYTREN. Mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini, saat ini menekuni salah satu bisnis di samping menjalani perkuliahan di S1 Agribisnis di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro.

Perempuan yang akrab disapa Naning ini lahir Blora, 21 Mei 1996 yang kini duduk di Undip. “Kegiatan saat ini yang tengah saya lakukan selain menempuh pendidikan S1 Agribisnis di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro adalah melakukan kegiatan sampingan untuk mengisi waktu luang di sela-sela kegiatan perkuliahan,” ujar dia kepada Harian Jateng, Senin (16/11/2015).

Kegiatan sampingan mulai dari kepanitiaan, kata dia, pengabdian bahkan usaha. “Yap. Usaha oke kalo kepanitian ya acara yang ada di lingkup fakultas, kemudian untuk pengabdian iseng ikut program pemerintah yaitu UPSUS PAJALE, di mana mahasiswa menjadi pendamping petani dalam program swasembada. Nah, untuk usaha yang saya geluti hingga saat ini adalah PAYTREN,” tukas perempuan yang memiliki golongan darah B tersebut.

Perempuan yang lahir dari pasangan Sucipto dan Sri Purwanti ini, saat ini sedang menekuni bisnis PAYTREN yang bisa mengantarkannya dan membuat dirinya belajar menjadi mahasiswi mandiri.

Tekuni Bisnis PAYTREN
“PAYTREN merupakan sebuah aplikasi multypayment di mana konsep awalnya adalah mempermudah transaksi dengan biaya admin yang lebih murah tanpa ada tambahan biaya lainnya seperti halnya di loket atau outlet pembayaran tagihan seperti biasa,” beber perempuan asal Dukuh Ngrombo RT02 RW 01 Desa Randulawang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora tersebut.
Paytren ini, kata Naning, dicetuskan idenya oleh Ustad Yusuf Mansur karena beliau melihat pesatnya pertumbuhan bisnis dibidang transaksi ini.

“Singkat cerita saya kenal PAYTREN dari FB, di mana sering muncul postingan tentang Paytren di hari Senin hingga Minggu dan akhirnya pun saya penasaran. Saya chek ternyata PAYTREN dapat digunakan di hp ANDROID, sedangkan posisi saat itu saya belum punya hp secanggih itu. Gak pikir panjang langsung ada niatan buat kumpulin uang sebagai modal beli HP tersebut,” ungkap mahasiswi yang kini tinggal di Jalan Tlogosari 28B Tembalang, Semarang tersebut.

Saya kerja, kata dia, sebagai mahasiswa pendamping yang lumayan gaji perbulannya, kemudian jualan gorengan, serta mengajar atau les privat anak SD.
“Uang itu saya kumpulkan dan alhasil terbelilah HP Android dari jerih payah cari uang plus dibantu orang tua 1/3 dari harga tersebut,” beber pemilik IPK 3,60 tersebut.

Bagi perempuan yang memilii hobi entrepreneurship ini, bisnis PAYTREN menjadi bagian dari jalan usahanya.
“Awalnya saya nggak ada niatan untuk punya HP Android, karena apa saya pikir kalo saya pakai HP tersebut otomatis pengeluaran bertambah untuk beli pulsa internet dan paling paling HP itu hanya untuk sosmed gak jelas alias alay-alayan karena dasarnya saya alay, jadi saya urungkan niat untuk beli,” tukas perempuan yang memilii cita-cita memiliki kantor agensi PAYTREN di Kabupaten Blora tersebut.

Berhubung saya terpancing dengan adanya PAYTREN, lanjut dia, dan akhirnya saya putuskan untuk membeli HP tepat tanggal 19 Mei 2015 dan tepat tanggal 21 Mei 2015 saya mendaftar sebagai Mitra Pebisnis PAYTREN,” beber dara yang memiliki motto hidup berani karena benar takut karena salah tersebut.

Modal awal, menurut alumnus SDN 01 Randulawang Blora 2002-2008 tersebut, sebesar 350.000 untuk biaya pendaftaran Mitra Pebisnis PAYTREN.
“Saya hanya berpikir ketika saya daftar saya mau pake aplikasinya buat jual pulsa dan tiket kereta, karena apa? Di setiap harinya saya memang jualan pulsa dan saya konsumen kereta api, selain itu setiap transaksi di PAYTREN sudah otomatis sedekah jadi saya nggak pikir panjang untuk daftar,” imbuh lulusan SMPN 01 Randublatung Blora 2008-2011 tersebut.

Bagi alumnus SMAN 01 Randublatung Blora ini, pada awal saat dirinya daftar PAYTREN, sama sekali tidakk mengerti sistemnya.
“Awalnya saya tidak tahu kayak apa gimana isi deposit, saya bisa apa, sama sekali gak ngerti. Ternyata setelah saya baca, marketing plan dari PAYTREN merupakan usaha dengan sistem networking atau jaringan ya bias dibilang MLM,” ujar mahasiswi Universitas Diponegoro angkatan 2014 tersebut.

Seketika saya saya pikir, kata dia, waduh kudu cari member nih daftarin orang nih. “Itu yang terlintas di awal dan setelah saya konfirmasi memang bener MLM tapi tidak ada target cari member. Jadi bener-bener kita jual itu aplikasi karena memang produk dari PT Veritra Sentosa Internasional adalah aplikasi PAYTREN,” jelas perempuan yang memiliki keahlian merajut, menjahit dan memasak tersebut.
Berhubung saya hobi banget dengan FB, lanjut Naning, ya mulai lah saya promosi tetang PAYTREN. Banyak banget tanggapan dari mereka yang bener-bener awam soal PAYTREN, mulai dari pobia MLM, takut ketipu dan masih banyak lainnya.
“Saya berprinsip dalam usaha saya karena saya juga jual jasa bayar bukan hanya jual aplikasi ya saya putuskan, kalau ada yang berminat memakai aplikasi ini maka saya bantu dari awal pendaftaran sampai mereka bisa menjual aplikasi ini dan mendaftarkan mitra baru kembali,” ungkap aktivis Rohis Fakultas KM An-Nahl Undip tersebut.

Alhasil, lanjut Naning, datanglah mereka yang memang tanpa ada paksaan dari saya mau untuk saya bimbing dan berkembang lah mereka. Mulai dari situ, kata dia, saya senang dengan sistem jaringan yang memang bener-bener ngebimbing bukan kejar target seperti MLM lainnya.

“Secara hukum PAYTREN sudah terdaftar dalam APLI dan OJK sudah mengakuinya,” tandas perempuan yang aktif di Racana Diponegoro tersebut.

Inti dari setiap usaha, kata Naning, adalah ada tekad untuk berwirausaha atau berbisnis, yakin bahwa kita bisa sukses, dan konsisten pada tekad awal kita membangun usaha.
“Untuk modal PAYTREN merupakan modal usaha yang ringan bagi saya karena dengan RP.340.000. Itu kita dapat lebih dari apaya yang kita kira, bukan hanya materi tapi amalan kita juga jalan terus dengan transaksi mengunakan PAYTREN. 100% keuntungan dari perusahaan di kelola PPA Darul Qur’an dan dialokasikan untuk amal, berupa pembangunan jembatan, insfratruktur desa dan yang lainnya,” jelas perempuan asal Bumi Samin tersebut.

Pokoknya, tegas dia, konsisten yes atas apa yang sudah dimulai. “PAYTREN bukan hanya pulsa, tapi PAYTREN adalah gerbang dari segala transaksi. Amin,” pungkas dia. (Red-HJ12/Foto: SK/Harian Jateng

Together to tomorrow

Assalamu'alaikum
√ klo dulu,..saat awal perintis air kemasan AQ*A mempublikasikan air Minum dlm botol, banyak org menertawakannya...
√ Sekarang..! Org berlomba2 membuat air kemasan...
√ Dulu,..Pak Sosro membuat teh manis dalam botol, semua orang menertawakannya...
√ Sekarang,..! berlomba2 org membuat teh dlm kemasan...
√ Dan saat ini, ketika Ustadz Yusuf Mansur mengeluarkan aplikasi PayTren utk bayar2, beli pulsa, token pln, bayar listrik, pdam, cicilan, dll...
Banyak org mencibir...
Buat apa?
Konter banyak, mbanking ada, atm deket, alfamart samping rumah...
Apa lagi???
Kita lihat aja 2-3 tahun ke depan...
Apa yg akan terjadi...
So, jadilah founder PayTren, Mari bareng2 meng-Indonesia-kan PayTren, bahkan men-dunia-kan PayTren...
Join sejak sekarang...
Agar 2-3 tahun ke depan kita yg meraih hasilnya, kita yg dpt Cashback terbanyak...
So, msh belum join PayTren saat ini?
Rugi banget...
Info lbih lengkap hub 085736673456

Ustadz yusuf mansur ajak berinovasi di 17 negara

Ajak Berinovasi, Ustaz Yusuf Mansur Buka 'Cabang' di 17 Negara
Bisnis berbasis pembayaran digital yang diusung Ustaz Yusuf Mansur siap melebarkan sayap hingga ke 17 negara.

Kapanlagi.com - Tak hanya sebagai Ustaz, Yusuf Mansur juga semakin mantap dengan profesinya barunya yakni seorang pebisnis. Belum lama ini, pria berusia 39 tahun itu telah merilis aplikasi digital yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui aplikasi handphone itu, kemudahan akan didapatkan karena tak perlu lagi repot-repot menuju tempat transaksi. Misalnya saat ingin membeli pulsa, bayar listrik, asuransi dan lain-lain.
Tak tanggung-tanggung, bisnis aplikasi mobile Ustaz Yusuf Mansur kini telah berkembang hingga ke beberapa negara. Menurut pengakuannya saat ditemui KapanLagi.com®, sudah 17 negara di dunia jadi sasaran sang ustaz.
"Kita persembahkan Paytren ini ke seluruh dunia, kita sudah ada di 17 negara di dunia. Kita ajak Indonesia berinovasi, jangan hanya terbengkalai di permasalahan yang ada tanpa berbuat sesuatu yang ada inovasinya, salah satu yang kita lakukan dengan inovasi digital Payment ini, di PayTren," ungkapnya saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (27/3).
Ustaz kondang tersebut bahkan juga sudah menghubungi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tentang bisnis barunya itu. Sebuah ide pun dilontarkannya tentang keberadaan Bank di Jakarta yang bebas dari biaya admin.
"Pak Ahok sudah kita kasih tau, kita bilang Bank yang memang punya Jakarta bisa bebas biaya admin. Bayangkan bisa sebanyak apa Bank yang dimiliki bisa mempunyai duit yang lebih," pungkasnya.

sumber : http://m.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/ajak-berinovasi-ustaz-yusuf-mansur-buka-cabang-di-17-negara-c1e0e6.html

Bedanya paytren dengan Mbanking


Tahukah Anda, apa bedanya PAYTREN dengan M BANKING ?
1. Di Paytren kita posisi nya Mitra Kerja, di M Banking kita posisi nya Konsumen
2. Di Paytren kita bisa Wirausaha, di M Banking Tidak Bisa Wirausaha
3. Di Paytren kita selalu dapat Cashback, di M Banking Tidak Ada Cashback
4. Di Paytren lebih Murah harganya dan lebih Mudah caranya
5. Di Paytren Tidak Ada biaya Administrasi Bulanan, beda dengan M Banking
6. Di Paytren ada Reeward, di M Banking Tidak Ada Reeward

7. Di Paytren kita bisa Menuntut Ilmu, di M Banking Tidak Ada Pembelajaran
8. Di Paytren masuk Komunitas Positif, di M Banking Tidak Ada Komunitas
9. Di Paytren Bimbingan lebih Intensif baik dari Komunitas dan juga CSO
10. Di Paytren sudah termasuk Sedekah, di M Banking Tidak Ada Anggaran Sedekah
11. Di Paytren untung nya Bagi-Bagi, di M Banking untung nya untuk Petinggi Bank saja
12. Paytren asli milik Indonesia, di M Banking kebanyakan aset milik Orang Asing
13. Paytren misinya untuk Kesejahteraan Bangsa dan juga Dakwah untuk yang Islam
14. Di Paytren lebih Kompleks Kegunaan nya yang tidak semuanya dimiliki M Banking
15. Paytren terus dan terus Dikembangkan Kegunaan nya untuk kemanfaatan bersama
16. Di Paytren lebih Amanah dan Tanggung Jawab tercermin dari Founder nya Ustd Yusuf Mansur
Kesimpulan :
Yang Cerdas tentu pilih yang bayar sekali untuk manfaat luar biasa untuk seumur hidup, dari pada yang gratis tapi selamajnya konsumen dan tidak dapat manfaat hebat seperti pada Paytren.
________________